Merantau, mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua. Merantau adalah suatu kegiatan meninggalkan kampung halaman ke kampung orang lain untuk mencari nafkah atau mencari ilmu jauh dari keluarga.Banyak mahasiswa yang merantau. Demi mencari ilmu. Kenapa banyak mahasiswa yang merantau? Mungkin mereka sering mendengarkan pepatah tuntut lah ilmu sampai ke negeri cina. Mungkin pepatah tadi sangat tepat untuk menggambarkan. Banyaknya mahasiswa yang merantau. Selain Mahasiswa,orang yang sudah bekerja juga banyak yang merantau. Mereka rela jauh dari orang tua bahkan terkadang terpisah oleh pasanganya (suami/istri) demi mencari nafkah untuk keluarga,Saya sendiri sebenarnya tipe yang kedua. Sudah bekerja tetapi tetap merantau. Mungkin bagi sebagian orang. Kisah saya ini hanya cerita biasa yang tidak ada makna, tetapi untuk para rantau cerita saya. Mungkin saja bisa membuat kalian kangen dengan kampung halaman.Perkenalkan nama saya "Setia" bukan nama sebenarnya. Saya sekarang merantau di kota jambi. Kota asal saya dari Yogyakarta. Kota Yogyakarta yang penuh dengan para rantau . Entah seorang mahasiswa atau seorang pekerja. Saya malah meninggalkan kota tercinta saya untuk pergi ke kota orang. Merantau saat mencari ilmu lebih mengasikan dari pada merantau menjafi pekerja. Karena saat kita menjadi mahasiswa kita mempunyai banyak teman dari kampus kita.Tetapi tidak untuk pekerja. Apalagi anda seorang yang masih muda. Susah menemukan teman yang seumuran, tidak seperti waktu kita kuliah dulu.


Banyak hal yang terlewatkan saat kita merantau. Maka dari itu saya disini memberikan peringatan untuk seorang yang mau merantau. Merantau itu keras sobat kita terpisah oleh keluarga. Kita tidak bisa melihat pertumbuhan adek kita saat menjadi dewasa. Pulang kerja anda tidak melihat senyum manis orang tua, hanya bertemu kamar 3x6 meter. Ketika anda terjadi masalah pada kehidupan anda. Anda akan bingung mencari siapakah yang akan anda berikan curahan hati anda?Kalau anda ingin cerita ke orang tua. Takutnya, orang tua malah cemas dan kewatir.Sebelum merantau, hal-hal yang harus anda fikirkan :
      

 1. Kerinduan dengan Orang tua. 


                                                 sumber gambar

Mungkin anda belum setuju saat ini. Karena anda sekarang sangat sering ketemu dengan orang tua. Anda juga belum merantau. Tetapi kalau anda sudah merantau untuk mencari nafkah, bekerja di kampung orang pasti kerasa sekali. Ingat hidup orang tua itu 1 kali. Dampingilah orang tuamu terus. Kalau anda merantau 10 tahun. Coba lihat lah, banyak hal-hal yang anda lewatkan. Hanya untuk bekerja. Demi bekerja. Anda melewatkan 10 tahun tidak bersama-sama orang tua.


2. Bekerja cari yang dekat orang tua saja. 

Pernahkah anda mendengar sebuah kata mutiara yang mungkin sangat familiar bagi kita. Rezeki sudah di atur tuhan. Hidup itu pilihan. Intinya rezeki itu ada dimana-mana. Tidak harus merantau rezeki pasti ada. Asal kita mau berusaha. Tetapi kalau anda tetap bersikeras merantau hidup itu pilihan. Coba lihat enak yang mana banyak uang tapi jauh orang tua dan keluarga atau sebaliknya. Kalau saya mendingan pilih dekat dengan keluarga tapi tetap rezeki itu ada saja kalau kita berusaha. Tidak usah jauh-jauh asal kreatif.Pasti rezeki akan datang dengan sendirinya.

3.Merantau cari yang dekat dengan       keluarga. 

Kenapa saya menyarankan untuk merantau dekat dengan keluarga.Agar saat libur tiba anda bisa pulang kampung. Untuk menengok orang tua. Misal 1 pulau. Kan kita bisa naik kereta. Untuk pulang ke kampung. Kalau anda naik pesawat usahakan yang tidak ada transitnya.Karena biaya akan lebih murah.



4. Merantau hanya menjadi batu loncatan. Anda boleh saja merantau.


Tapi ingat merantau itu hanya bantu loncatan untuk mencari penghasilan sebanyak-banyaknya. Kemudian setelah uang terkumpul buat lah lapangan pekerjaan sendiri (menjadi pengusaha) untuk bisa bertahan mencari rezeki di kampung sendiri. Uang lancar hidup harmonis dengan keluarga.




Sekian saran dari saya. Saya tidak melarang siapa pun untuk merantau. Saya hanya ingin memberikan saran. Kembali lagi pada anda "hidup itu pilihan". Bagi yang merantau jangan lupa untuk selalu menelpon mama papa.








Tag : merantau
0 Komentar untuk " "
Back To Top